asal usul bengawan solo

asal-usul semuanya ini

kembali

DoopBrothers

Empat laki bersaudara, semua lahir di Indonesia.

Benno, yang sulung, lahir sebelum masa perang pada 6 Desember 1938. Bob, lahir pada 21 Januari 1947, Pim, lahir pada 31 Desember 1947 dan yang bungsu Rick, lahir pada 5 Juni 1949. Keluarga Doop berasal dari Palembang. Anak2 dari keluarga Doop dibesarkan di Palembang. Ayah mereka, Willy sangat berorientasi ke Indonesia, oleh karena itu beliau berusaha keras untuk membesarkan anak2nya yang jumlahnya 9 orang dalam lingkungan budaya Indonesia dan memakai bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari – hari. Musik, ya musik menjadi bagian bagian besar dalam seluruh kehidupan mereka, mulai dari jazz, keroncong sampai dengan rock ’n roll dan musik klasik. Dirumah di Palembang di Jalan Telaga No.10, mereka banyak sekali main musik. Pada awalnya hanya musik berbunyi ritmis dengan panci2 dan pot2, sendok2 kayu dan dengan berbagai alat yang dapat menghasilkan suara. Selanjutnya anak2 tetangga kampung Telaga Mas bergabung. Ada yang membawa gitar, bas, ukelele dan bongo. Remaja2 ini mencetus ide untuk membentuk band. Jumlah anggota band 13 orang dan mereka berlatih dengan keras. Salah satu anggota band bernama Henri Lion, yang sayangnya mendahului kami pulang kepada Penciptanya terlalu cepat. Dibuat sebuah repertoire lagu2 tradisional Indonesia dan lagu2 Inggris seperti Bintang Kecil, Tek Kotek Kotek, Tirtonadi, Neng Geulis, Es Lilin, Paneung Hideung, Diana, Oh Carol, Someday, The Voice In The Wilderness, Be Bop A Lula dll.

Nama untuk bandnya perlu dicari dan akhirnya nama yang kami pilih adalah Band Bocah. Dalam bahasa Inggris artinya The Teenage Band (Band Remaja). Band Bocah mendapat sukses. Kami diundang ke pesta2, jelasnya kami dibayar. Kami memberi pertunjukan untuk orang2 Amerika di Sungai Gerong, di Plaju untuk orang2 Belanda dan Inggris. Kami menggangap semuanya sebagai pesta besar, dimana kakak beradik Doop, bule, selalu mendapat perhatian penuh dari gadis2 yang cantik jelita. Dan kami menikmatinya. Kami juga main bersama band Taruna Ria, waktu itu popular di seleruh Indonesia. Lagu2 Tirtonadi dan Bengawan Solo dibuat arangemen slow rock oleh dia. Ini periode 1957/1958 dan setelahnya. Sayangnya, masalah Irian Barat menjadi item politis. Orang Indo2 dan orang2 Belanda merasa terancam. Karena itu banyak keluarga2 berangkat ke Belanda. Ayah tidak mau pergi, Ibu (Ans) menekankan bahwa perlu untuk pergi dari Indonesia karena anak2nya berkulit putih. Akhirnya kami sekeluarga berangkat awal November 1961 via Jakarta dan Bangkok ke Belanda. Tiba di Belanda pada 6 Desember pukul 15.00 dan salju turun….Pengalaman yang unik.

Kami meneruskan musik, pertunjukan pertama kami adalah pada acara Natalan di sekolah dasar Mauritius di kota Rheden. Juga Winny, yang paling kecil turut hadir. Pertunjukannya menjadi sukses. Tidak lama kemudian kakak beradik Doop mendapat ide untuk meneruskan kegiatan2 musik seperti yang mereka telah lakukan di Indonesia. Namun tiba saatnya hormon2 mereka mulai bekerja dan merasa lebih tertarik dengan yang disebut “wanita” dari pada kegiatan musiknya. Interes kepada musik bergeser ke interes kepada wanita. Kakak beradik Doop memilih kehidupan yang normal. Benno menjadi pekerja konstruksi bank, Bob berkarir disebuah perusahaan listrik bernama NUON, Pim bekerja di perusahaan komputer IBM dan Rick mendalami hukum sosial dan pelaksanaan hukum dan organisasinya di lapangan. Kehidupan berlangsung terus bersama istri dan anak2. Seperti dalam kehidupan yang bahagia, anak2 menjadi dewasa……. dan untuk membuat cerita menjadi pendek……3 dari 4 kakak beradik “pensiun dini”. Ya….. Apa yang dapat dikerjakan? (Terlalu) banyak waktu luang (kosong)……..gitar2 diangkat, dipetik dan kembalilah musik menjadi bagian dalam kehidupan mereka. Kakak beradik les gitar sama Mister Eddy Chatelin yang kami juga sebut The King of Indo Rock dari grup The Crazy Rockers. Pengaruh The Crazy Rockers terhadap generasi kami (para Indo) sangatlah besar. Musik mereka setiap saat HADIR dalam kehidupan kami; pada saat makan, pesta, ya sampai juga kalau buat pekerjaan rumah. Indo Rockers dari periode tsb: Terima kasih……….!!!!!

Untungnya, ………… Eddy Chatelin menjadi antusias dan mengusulkan kepada kami agar membuat repertoire yang “serius”……….dan begitu jadilah. Saat ini kami semua sudah menjadi botak, nama Band Bocah sudah tidak relevan lagi, dan kami memilih nama band The Doop Brothers. Dengan senang hati kami sekarang memainkan lagu2 Indonesia tradisional masa lalu, ketika kami masih muda. Repertoire terdiri dari antara lain lagu2: Lenggang Kangkung, Lah Laruik Sanjo, Madedek Mangambiri, Kupu-Kupu, Tirto nadi dan jelas juga lagu2 Inggris periode tahun 50 dan 60.

Translated by Suni Sudradjat (Jakarta)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: